Pendidikan
 Peningkatan
jumlah sekolah pada dasarnya merupakan salah satu upaya dalam rangka
menyediakan fasilitas pendidikan bagi masyarakat untuk meningkatkan
pendidikan masyarakat tersebut. Sarana pendidikan berupa jumlah sekolah
di Kota Lubuklinggau pada tahun ajaran 2008/2009 mengalami perubahan
dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah sekolah Taman Kanak-Kanak bertambah
dari 43 menjadi 45, bertambah 2 TK swasta. Jumlah Sekolah Dasar
(SD) negeri berkurang satu dari 86 menjadi 85, namun SD swasta bertambah
dari 4 menjadi 5. Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) baik
negeri maupun swasta sama seperti tahun sebelumnya, masing-masing 13
dan 15. Sekolah Menengah Umum (SMU) negeri tetap 7, sedangkan SMU swasta
berkurang dari 18 menjadi 16. Jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
baik negeri maupun swasta tidak berubah,masing-masing 3 dan 6.
      Selain
sekolah yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Nasional,
juga terdapat
sekolah yang berada di bawah pengelolaan Departemen Agama, yaitu masing-masing
6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 9 Madrasah
Aliyah (MA).
      Sarana
untuk masing-masing tingkatan sekolah itu digunakan oleh sejumlah murid,
baik negeri maupun swasta, yang jumlahnya mengalami perubahan dari tahun
ke tahun. Sejalan dengan perubahan jumlah sarana pendidikan dan kebutuhan
masyarakat akan pendidikan, maka jumlah murid pada tahun ajaran 2008/2009
juga mengalami perubahan dibanding tahun ajaran sebelumnya. Jumlah murid
TK pada tahun ajaran 2008/2009 meningkat 12,68 persen dari tahun ajaran
sebelumnya. Jumlah murid SD turun 2,45 persen. Jumlah murid SLTP dan
SMU naik masing-masing 7,48 persen dan 7,47 persen. Jumlah murid SMK
mengalami penurunan signifikan, yaitu sebesar 35,74 persen.
      Tenaga
guru yang tersedia baik sekolah negeri maupun swasta pada semua jenjang
pendidikan pada tahun ajaran 2008/2009 juga mengalami perubahan dibandingkan
tahun ajaran sebelumnya. Jumlah guru pada tahun ajaran 2008/2009 untuk
TK sebanyak 179 orang, SD sebanyak 1.300 orang, SLTP sebanyak 852 orang,
SMU sebanyak 770 orang, dan SMK sebanyak 325 orang.
      Jumlah
murid sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama ada yang
mengalami kenaikan dan ada yang mengalami penurunan. Madrasah Ibtidaiyah
mengalami kenaikan jumlah murid secara signifikan sebesar 76,63 persen.
Jumlah murid Madrasah Tsanawiyah naik 15,66 persen, sedangkan murid
Madrasah Aliyah turun 46,40 persen. Adapun jumlah guru MI sebanyak 207
orang, guru MTs sebanyak 171 orang, dan guru Madrasah Aliyah sebanyak
118 orang.
download file :