KEUANGAN, KOPERASI, DAN HARGA-HARGA
9.1. Keuangan
          Sumber dana pembangunan daerah selain
berasal dari pusat (APBN), juga berasal dari daerah (APBD). Dengan
otonomisasi daerah maka proporsi dana pembangunan yang berasal dari
pusat semakin berkurang dan daerah diharapkan dapat menggali sumber-sumber
pendapatan di daerahnya.
          Pada tahun 2008 realisasi pendapatan
rutin Kota Lubuklinggau sebesar Rp 356.859.543.706,27 atau mencapai
109 persen dari anggaran 2006. Sebagian besar sumber dana tersebut berasal
dari dana perimbangan yang mencapai Rp 328.248.436.364,22 atau 91,98
persen dari total pendapatan. Sedangkan dana yang berasal dari pendapatan
asli daerah (PAD) pada tahun 2008 sebesar Rp 21.218.070.535,00 atau
sekitar 5,94 persen dari total pendapatan. Jumlah PAD pada tahun 2008
ini meningkat sebesar 32,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Â
9.2. Koperasi
          Koperasi merupakan lembaga usaha milik
rakyat yang diharapkan dapat menjadi soko guru dalam perekonomian Indonesia.
Akan tetapi, perkembangan koperasi di Kota Lubuklinggau kurang menggembirakan.
Pada tahun 2008 di Kota Lubuklinggau terdapat sebanyak 168 koperasi
dengan jumlah anggota 7.486 orang dan jumlah simpanan serta volume usaha
masing-masing mencapai Rp 12.519.440,- dan Rp 13.165.440,-. Koperasi
paling banyak berada di Lubuklinggau Timur I, 42 koperasi, dan paling
sedikit berada di Kecamatan Lubuklinggau Utara I, hanya 9 koperasi.Â
9.3. Harga-harga
          Harga-harga yang dicatat adalah harga
sembilan bahan pokok, yang terdiri atas beras, ikan asin, minyak goreng,
gula pasir, garam, minyak tanah, sabun cuci, tekstil, dan batik kasar.
Selama tahun 2008 perkembangan harga-harga kebutuhan pokok terutama
beras di Kota Lubuklinggau cukup fluktuatif. Harga beras kualitasÂ
sedang selama bulan Januari sampai dengan Desember 2008 berkisar antara
Rp 5.550,- sampai dengan Rp 5.824,- per kilogram. Sedangkan untuk minyak
goreng harganya berkisar antara Rp 12.200,- sampai dengan Rp 14.000,-
per kilogram dengan kecenderungan meningkat. Gula pasir antara Rp 6.420,-
sampai dengan Rp 6.500,- per kilogram.
     Laju
inflasi Desember 2008 terhadap Desember 2007 (year on year) mencapai
14,74 persen. Di mana inflasi tertinggi terjadi pada bulan Juni 2008
yang mencapai 4,34 persen. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan bahan
bakar minyak (BBM) khususnya bensin dan solar pada bulan tersebut.Apabila
berdasarkan komoditas, laju inflasi bahan makanan menempati urutan tertinggi,
yaitu 18,56 persen.