PENDUDUK DAN ANGKATAN KERJA
3.1. Penduduk
Jumlah
penduduk Kota Lubuklinggau tahun 2008 sebanyak 183.580 jiwa atau bertambah
sekitar 16 persen dari angka jumlah penduduk hasil Sensus Penduduk 2000.
Rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk pertahun sebesar 1,89 persen.
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin adalah 92.901 orang laki-laki
dan 90.679 orang perempuan, yang berarti seks rasio sebesar 102,45.
Struktur
umur penduduk Kota Lubuklinggau tergolong penduduk “muda” karena
proporsi penduduk di bawah 15 tahun masih cukup tinggi, yaitu hampir
30 persen dan penduduk tua (umur diatas 60 tahun) tidak mencapai 5 persen.
Distribusi
penduduk menurut kecamatan tidak merata. Dari delapan kecamatan yang
ada di Kota Lubuklinggau, Kecamatan Lubuklinggau Timur II memiliki jumlah
penduduk paling banyak (17,40 persen), kemudian diikuti oleh Kecamatan
Lubuklinggau Barat I (15,36 persen), dan Kecamatan Lubuklinggau Utara
II (14,86 persen). Sedangkan Kecamatan Lubuklinggau Selatan I
merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit (7,17 persen).
3.2. Tenaga
Kerja
Jumlah
penduduk usia kerja (15 tahun keatas) di Kota Lubuklinggau pada tahun
2008 sebanyak 132.615 orang. Jumlah angkatan kerja diperkirakan sebanyak
82.390 orang, terdiri dari 54.615 orang angkatan kerja laki-laki dan
27.775 orang angkatan kerja perempuan (hasil Sakernas 2008). Jumlah
angkatan kerja dirinci menurut kegiatannya adalah sebanyak 71.272 orang
bekerja dan 11.118 orang pengangguran (sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan
usaha, merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan, sudah mempunyai pekerjaan
tetapi belum mulai bekerja ). Dengan kata lain tingkat kesempatan kerja
sebesar 86,51 persen dan tingkat pengangguran sebesar 13,49
persen.
Komposisi penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha menunjukkan bahwa
sektor tersier sebagai ciri perekonomian daerah perkotaan merupakan
pekerjaan yang dominan dilakukan oleh penduduk Kota Lubuklinggau. Pada
tahun 2008 sekitar 62 persen penduduk bekerja di sektor tersier (perdagangan,
angkutan, keuangan dan jasa). Sektor sekunder (pertambangan, industri,
listrik, dan bangunan) menyerap sekitar 11 persen tenaga kerja, sedangkan
sektor primer (pertanian) menyerap hampir 27 persen tenaga kerja.
Jumlah pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja pada tahun
2008 sebanyak 1.489 orang. Dari jumlah tersebut yang sudah ditempatkan
sebanyak 755 orang atau sekitar 51 persen dari jumlah pencari kerja.
Dari jumlah pencari kerja yang terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja hamper
seluruhnya (sekitar 98 persen) berpendidikan SLTA ke atas atau dalam
istilah ketenagakerjaan disebut pencari kerja terdidik.
Dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja, pemerintah telah berupaya
menaikkan UMR. Pada tahun 200 UMR Kota Lubuklinggau sebesar Rp 743.000,-.
UMR yang ditetapkan ini masih dibawah KHM, yaitu sebesar Rp 876.740,-.
Bila dilihat menurut sektor (Upah Minimum Sektoral), tertinggi adalah
pada sektor bangunan, yaitu sebesar Rp. 980.000,- sebulan, sedangkan
terendah adalah di sektor pertanian, yaitu Rp. 807.000,- sebulan.