SOSIAL
Gambaran
umum kondisi kesejahteraan sosial Kota Lubuklinggau dapat dijelaskan
melalui beberapa indikator sosial, seperti pendidikan, kesehatan
dan keluarga berencana, peradilan, agama, dan kesejahteraan sosial.Â
4.1. Pendidikan
      Peningkatan
jumlah sekolah pada dasarnya merupakan salah satu upaya dalam rangka
menyediakan fasilitas pendidikan bagi masyarakat untuk meningkatkan
pendidikan masyarakat tersebut. Sarana pendidikan berupa jumlah sekolah
di Kota Lubuklinggau pada tahun ajaran 2008/2009 mengalami perubahan
dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah sekolah Taman Kanak-Kanak bertambah
dari 43 menjadi 45, bertambah 2 TK swasta. Jumlah Sekolah Dasar
(SD) negeri berkurang satu dari 86 menjadi 85, namun SD swasta bertambah
dari 4 menjadi 5. Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) baik
negeri maupun swasta sama seperti tahun sebelumnya, masing-masing 13
dan 15. Sekolah Menengah Umum (SMU) negeri tetap 7, sedangkan SMU swasta
berkurang dari 18 menjadi 16. Jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
baik negeri maupun swasta tidak berubah,masing-masing 3 dan 6.
      Selain
sekolah yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Nasional, juga terdapat
sekolah yang berada di bawah pengelolaan Departemen Agama, yaitu masing-masing
6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 9 Madrasah
Aliyah (MA).
      Sarana
untuk masing-masing tingkatan sekolah itu digunakan oleh sejumlah murid,
baik negeri maupun swasta, yang jumlahnya mengalami perubahan dari tahun
ke tahun. Sejalan dengan perubahan jumlah sarana pendidikan dan kebutuhan
masyarakat akan pendidikan, maka jumlah murid pada tahun ajaran 2008/2009
juga mengalami perubahan dibanding tahun ajaran sebelumnya. Jumlah murid
TK pada tahun ajaran 2008/2009 meningkat 12,68 persen dari tahun ajaran
sebelumnya. Jumlah murid SD turun 2,45 persen. Jumlah murid SLTP dan
SMU naik masing-masing 7,48 persen dan 7,47 persen. Jumlah murid SMK
mengalami penurunan signifikan, yaitu sebesar 35,74 persen.
      Tenaga
guru yang tersedia baik sekolah negeri maupun swasta pada semua jenjang
pendidikan pada tahun ajaran 2008/2009 juga mengalami perubahan dibandingkan
tahun ajaran sebelumnya. Jumlah guru pada tahun ajaran 2008/2009 untuk
TK sebanyak 179 orang, SD sebanyak 1.300 orang, SLTP sebanyak 852 orang,
SMU sebanyak 770 orang, dan SMK sebanyak 325 orang.
      Jumlah
murid sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama ada yang
mengalami kenaikan dan ada yang mengalami penurunan. Madrasah Ibtidaiyah
mengalami kenaikan jumlah murid secara signifikan sebesar 76,63 persen.
Jumlah murid Madrasah Tsanawiyah naik 15,66 persen, sedangkan murid
Madrasah Aliyah turun 46,40 persen. Adapun jumlah guru MI sebanyak 207
orang, guru MTs sebanyak 171 orang, dan guru Madrasah Aliyah sebanyak
118 orang.Â
4.2. Kesehatan
dan Keluarga Berencana
      Dalam
rangka meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan, berbagai fasilitas
kesehatan terus ditingkatkan. Jumlah fasilitas kesehatan di Kota Lubuklinggau
pada tahun 2008 adalah sebagai berikut: Rumah Sakit 3 buah (termasuk
RS dr. Sobirin yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas),
Puskesmas 8 buah, dan Puskesmas Pembantu sebanyak 20 buah. Jumlah
tenaga kesehatan pada tahun 2008, antara lain dokter umum 16 orang,
dokter gigi 3 orang, perawat umum 159 orang, perawat gigi 6 orang, dan
bidan sebanyak 55 orang. Adapun jumlah dokter yang ada di Rumah Sakit
dr. Sobirin sebanyak 22 orang, terdiri dari dokter umum dan dokter ahli/spesialis.
      Peningkatan
pelayanan kesehatan juga dilakukan melalui peningkatan peran serta institusi
masyarakat pada tingkat administrasi terendah, yaitu kelurahanÂ
melalui kegiatan Posyandu. Jumlah posyandu di Kota Lubuklinggau sebanyak
97 unit dengan tenaga pengelola sebanyak 485 orang. Jumlah pengunjung
posyandu umur 0-3 tahun pada tahun 2008 mencapai 8.262 bayi. Jumlah
ini meningkat sekitar 2 persen dari tahun sebelumnya.
      Program
Keluarga Berencana 2008 telah menunjukkan keberhasilan yang berarti.
Realisasi pencapaian peserta KB melebihi target yang ditetapkan. Jumlah
peserta KB baru pada tahun 2008 mencapai 8.104 atau 107,95 persen dari
target sebanyak 7.507 PUS (Pasangan Usia Subur). Sedangkan untuk peserta
KB aktif pada tahun 2008 mencapai 76,86 persen dari PUS. Adapun alat
kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntikan, pil, dan implant.
Pada tahun 2008 sebanyak 18,18 persen peserta KB aktif menggunakan suntikan,
sebanyak 18,28 persen menggunakan pil, dan pengguna implant sebanyak
14,23 persen.Â
  Keberhasilan
program KB tidak bisa dilepaskan dari keberadaan sarana dan prasarana,
seperti Puskesmas, Pustu, Posyandu, Polindes, dan Klinik KB. Selain
itu, juga dukungan dari tenaga pelayanan/penggerak seperti PPKBD, PPLKB
dan PLKB, serta keterlibatan institusi masyarakat seperti Sub PPKBD
dan Kelompok KB. Â
4.3.
Peradilan
     Indikator
Kamtibmas antara lain ditunjukkan oleh statistik jumlah tindak kejahatan,
statistik perkara pidana, dan kecelakaan lalu lintas. Yang termasuk
tindak kejahatan antara lain seperti gangguan ketertiban umum, penganiayaan,
pencurian, pembunuhan, penipuan dan kesusilaan. Secara umum, pada tahun
2008 kejadian tindak kejahatan di masyarakat menunjukkan kecenderungan
meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya peristiwa kejahatan dan pelanggaran
yang dilaporkan ke Polres Lubuklinggau. Pada tahun 2008 jumlah peristiwa
kejahatan dan pelanggaran yang dilaporkan ke Polres Lubuklinggau sebanyak
836 kasus, meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai
675 kasus. Untuk tindak kejahatan yang paling banyak adalah kasus pencurian
(meliputi pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan)
dan kasus penganiayaan berat.Â
4.4.
Agama
      Pembangunan
bidang keagamaan merupakan aspek yang penting dalam rangka pembangunan
manusia seutuhnya. Hal ini tidak terlepas dari sarana tempat ibadah
yang memadai. Pada tahun 2008 jumlah tempat ibadah umat Islam baik masjid,
musholla, ataupun langgar bertambah 62 bangunan dari tahun sebelumnya.
Sedangkan tempat ibadah umat yang lain, seperti gereja dan vihara jumlahnya
sama seperti tahun sebelumnya.
     Pengurusan
jamaah haji juga merupakan bentuk lain dari pembangunan di bidang keagamaan
khususnya umat Islam. Pada tahun 2008 jumlah jemaah haji yang diberangkatkan
dari Kota Lubuklinggau berjumlah 239 orang, terdiri dari 94 orang jemaah
laki-laki dan 145 orang jemaah perempuan. Jumlah tersebut turun 18,71
persen dibanding tahun sebelumnya.Â
Â
4.5. Kesejahteraan
Sosial
           Jumlah keluarga yang termasuk dalam
kategori prasejahtera pada tahun 2008 sebanyak 4.410 atau 10,08 persen
dari seluruh keluarga yang ada di Kota Lubuklinggau. Keluarga kategori
sejahtera I berjumlah 8.067 keluarga atau 18,44 persen. Secara absolut
maupun secara relatif, jumlah keluarga yang termasuk dalam kategori
prasejahtera dan sejahtera I mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan keluarga di Kota
Lubuklinggau.
     Adapun
jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) tahun 2008 sebanyak 12.581 rumah tangga.
Rumah tangga penerima bantuan raskin pada tahun 2008 sebanyak 12.709
rumah tangga. Penerima asuransi kesehatan untuk keluarga miskin (Jamkesmas-Jaminan
Kesehatan Masyarakat) pada tahun 2008 sebanyak 12.738 keluarga yang
mencakup 50.957 penduduk.
      Penanganan
masalah kesejahteraan sosial di Kota Lubuklinggau juga tidak terlepas
dari peran institusi masyarakat atau swasta. Antara lain, dengan keberadaan
enam buah panti asuhan yang menampung sebanyak 329 anak asuh.Â