PERTANIAN
Sektor
pertanian dalam perekonomian Kota Lubuklinggau bukan merupakan sektor
yang dominan karena sumbangan sektor ini dalam PDRB tahun 2008 hanya
sekitar 6,39 persen. Namun demikian, perhatian pemerintah terhadap pembangunan
sektor ini terus ditingkatkan karena keberadaan sektor ini cukup penting
dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk dan juga merupakan sektor penyerap
tenaga kerja yang cukup besar.
a. Pertanian
Tanaman Bahan Makanan
      Produksi
padi pada tahun 2008 mencapai 22.830,50 ton, terdiri dari 22.662 ton
padi sawah dan 168,50 ton padi ladang. Rata-rata produksi padi sawah
mencapai 51,32 kwintal/hektar, sedangkan untuk padi ladang 25,15
kw/ha. Angka produksi tanaman padi ini mengalami peningkatan sebesar
32,05 persen bila dibandingkan tahun 2007. Kenaikan yang cukup signifikan
ini tidak diikuti oleh kenaikan produktivitasnya. Produktivitas padi
sawah dan ladang tahun 2008 hanya naik 0,27 persen dibanding tahun sebelumnya.
      Dua
daerah penghasil padi terbesar di Kota Lubuklinggau adalah Kecamatan
Lubuklinggau Selatan II dan Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Pada tahun
2008 luas panen tanaman padi di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II seluas
2.200 ha dan produksinya mencapai 11.879 ton atau sebesar 52 persen
lebih dari total produksi padi di Kota Lubuklinggau.
      Luas
panen tanaman padi di Kecamatan Lubuklinggau Utara I mencapai 946 ha
dengan produksi 4.650,80 ton selama tahun 2008. Dengan kata lain, kecamatan
ini memberikan kontribusi sebesar 20,37 persen dari seluruh produksi
padi di Kota Lubuklinggau.
      Adapun
untuk tanaman palawija, kenaikan produksi pada tahun 2008 terjadi pada
ketela pohon dan kacang kedelai. Sedangkan jagung, kacang tanah, dan
ubi jalar mengalami penurunan. Perubahan nilai produksi ini terutama
disebabkan oleh perubahan luas panen dari komoditi tersebut.
      Produksi
tanaman hortikultura buah-buahan menurun signifikan dibandingkan tahun
2007. Jenis buah-buahan yang banyak diusahakan adalah pisang dan
durian.
b. Peternakan
      Jenis
ternak besar yang banyak dipelihara oleh masyarakat adalah sapi dan
kerbau. Populasi ternak besar terbanyak berada di Kecamatan Lubuklinggau
Selatan II dan Lubuklinggau Utara I. Populasi ternak kecil (kambing
dan domba) terbanyak juga berada di dua kecamatan tersebut.
Adapun untuk ternak unggas (ayam petelur, ayam kampung, dan itik) populasi
terbesar di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
      Pada
tahun 2008 produksi peternakan sebagian besar mengalami peningkatan
dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi daging sapi meningkat sekitar
87,37 persen, daging kambing meningkat 56,82 persen, dan produksi telur
(telur ayam kampung, ayam ras, dan itik) meningkat 86,58 persen.
c. Perikanan
      Sektor
perikanan darat cukup potensial untuk dikembangkan di wilayah Lubuklinggau.
Budidaya perikanan darat paling banyak dijumpai di Kecamatan Lubuklinggau
Selatan II. Kecamatan ini memberikan kontribusi produk perikanan terbesar
di Kota Lubuklinggau. Pada tahun 2008 mencapai 1.278,52 ton atau mencapai
62,35 persen dari seluruh produk perikanan di kota tersebut.