PERHUBUNGAN DAN TELEKOMUNIKASI
7.1. Perhubungan
     Posisi
wilayah Kota Lubuklinggau yang terletak di daerah persimpangan (transit)
dari beberapa kota di Propinsi Sumatera Selatan dan kota-kota lain di
luar Propinsi Sumatera Selatan seperti Jambi, Bengkulu, dan Padang
sangat menunjang perkembangan sektor perhubungan dan komunikasi. Dengan
tersedianya sarana/prasarana perhubungan seperti jalan raya, jembatan,
angkutan yang memadai, maka distribusi barang dan jasa dari sentra produksi
ke tempat konsumen dapat berjalan dengan lancar. Hal ini memberikan
kecenderungan terhadap kestabilan harga barang dan peningkatan volume
perdagangan. Dampak positif lain yang dapat dicapai adalah meningkatnya
mobilitas penduduk, juga tumbuhnya aktivitas di sektor lainnya seperti
perdagangan, hotel dan restoran, pariwisata serta sektor jasa lainnya.
           Sarana dan prasarana perhubungan darat
di Kota Lubuklinggau antara lain jalan raya dan jalur kereta api. Prasarana
jalan sangat diperlukan dalam memperlancar kegiatan ekonomi, perpindahan
penduduk maupun kegiatan perdagangan antar wilayah. Pada tahun 2008
panjang jalan yang tersedia seluruhnya mencapai 386,220 km, terdiri
dari 48,110 km jalan nasional, 4,600 km jalan propinsi, dan 333,510
km jalan kabupaten/kota.
     Jalan
yang ada saat ini sebagian besar berupa jalan aspal, namun juga masih
terdapat jalan tanah sepanjang 14,610 km. Jalan tersebut sebagian besar
dalam kondisi rusak ringan sepanjang 221,115 km, bahkan sepanjang 125,420
km dalam kondisi rusak berat. Jalan dengan kondisi baik hanya 50,840
km.
           Jalur kereta api di Kota Lubuklinggau
menghubungkan Kota Lubuklinggau dengan wilayah di Kabupaten Lahat, Muara
Enim, Kota Prabumulih, dan Kota Palembang. Lalu lintas barang dan penumpang
dengan kereta api berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008
lalu lintas barang/cargo berkurang dari tahun sebelumnya menjadi 7.231
ton. Sedangkan lalu lintas penumpang mengalami peningkatan sekitar 14,
80 persen dari tahun sebelumnya menjadi 197.479 orang.Â
7.2. Komunikasi
           Keberadaan sarana komunikasi di era
teknologi informasi saat ini semakin penting. Sarana komunikasi yang
sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak adalah kantor pos dan kantor
Telkom. Â
     Kegiatan
kantor pos antara lain meliputi aktivitas pengiriman dan
penerimaan surat, pos paket, dan wesel. Dari tahun ke tahun aktivitas
pelayanan kantor pos terus meningkat. Hal ini terlihat dari peningkatan
jumlah penerimaan maupun pengiriman surat, pos paket, dan wesel pada
tahun 2008 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
     Sarana
komunikasi melalui telepon pada tahun 2008 dapat dikatakan stabil. Kapasitas
sentral telepon yang tersediapada tahun 2008 sama dengan tahun 2007,
yaitu 10.380. Namun, jumlah pelanggan telepon sedikit meningkat, yaitu
dari 9.620 menjadi 9.813 atau naik sekitar 2 persen. Pada sarana komunikasi
yang dikelola swasta/masyarakat, seperti wartel, dapat dikatakan hampir
sudah tidak ada dan datanya sudah tidak didokumentasikan lagi oleh kantor
Telkom. Hal ini dapat terjadi karena penggunaan telepon selular meningkat
beberapa tahun terakhir ini. Â
7.3. Hotel
dan Pariwisata
      Kota
Lubuklinggau mempunyai potensi wisata baik wisata alam maupun
budaya. Beberapa obyek wisata antara lain Air Terjun Temam, Air Terjun
Taqli, Bukit Sulap, Dam Air Watervang, Museum Subkos Garuda, Situs Benteng
Kuto Ulak Lebar, dan Situs Megalith. Jumlah kunjungan wisata secara
total mengalami peningkatan sebesar 2,96 persen pada tahun 2008. Jumlah
wisatawan lokal meningkat 2,79 persen dan jumlah wisatawan asing meningkat
94,71 persen.
      Posisi
Kota Lubuklinggau sebagai daerah transit juga sangat mendukung perkembangan
sarana penunjang pariwisata seperti hotel dan restoran. Pada tahun 2008
jumlah hotel sebanyak 20 buah dengan jumlah kamar yang tersedia sebanyak
477 dengan 630 tempat tidur. Adapun menurut klasifikasinya terdapat
Hotel bintang 1 sebanyak 5 buah, hotel bintang 2 sebanyak 1 buah, hotel
bintang 3 sebanyak 2 buah, dan hotel melati sebanyak 12 buah.